ALI SODIKIN KETUA GMBI KSM CIASEM “SEHARUSNYA PIHAK NBP 29 BEKERJA MENGGUNAKAN HATI NURANI”

Buser Bhayangkara74

SUBANG,

LSM GMBI Kecamatan Ciasem Mengawal pengaduan salah satu masyarakat kecamatan Ciasem yang mempertanyakan penetapan aturan Denda yang memberatkan nasabah/kreditur kepada BPR NBP 29 yang berada di jln. Raya pantura sukamandi desa ciasem girang kecamatan ciasem kabupaten subang (16/05/2023).

Hal ini di ungkapkan Ali Sodikin Ketua GMBI KSM Ciasem kepada MBB74, saat berada di lokasi. ” Seharusnya NBP 29 selaku bank yang memberi pinjaman kepada masyarakat atau nasabah tidak seharusnya memberatkan dengan Denda yang tinggi, salah satu nasabah yang mengadukan hal ini merasa sangat terbebani dengan penetapan Denda yang menurut saya tidak sesuai dengan aturan, padahal sisa hutang pokoknya hanya 6 juta, namun dibebankan dengan Denda sampai 41juta.
Hal ini jelas merugikan masyarakat yang melakukan pinjaman kepada NBP 29, bukan cuma itu yang lebih ekstrim pihak bank dengan sangat sengaja memasangkan plang di depan rumah warga. Hal tersebut jelas merusak nama baik yang bersangkutan.
Tak hanya itu hutang yang terbilang tidak besar sampai mendapatkan surat panggilan dari pengadilan karna urusan hutang pihutang. “Ungkap Ali Sodikin ketua GMBI KSM Ciasem

Lanjutnya. ” Saya sudah menemui perwakilan NBP 29 dan hasilnya belum diputuskan, saya berharap pihak bank menggunakan hati nurani bukan memberatkan peminjam.”Tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama MBB74 mencoba mendapatkan keterangan nasabah/kreditur NBP 29 atas nama siti aenah yang di wakili oleh enang salah satu warga masyarakat kecamatan ciasem, “iya pak saya meminta tolong pak ikin, sebab saya bingung harus meminta tolong pada siapa lagi? Sebenarnya saya sudah 2x pinjam ke NBP 29 biasanya lancar sampai lunas, cuma pinjaman ke 2 ini saya ada sedikit masalah karna usaha saya sedang tidak berjalan baik. Ungkap enang kepada MBB74.

Lanjut enang, ” Saya hutang 10juta, sudah ngangsur beberapa bulan sisa 6juta. Namun ketika ingin melunasi saya dibebankan dengan biaya sampai 41juta. Coba pak bayangkan hutang tidak seberapa namun harus membayar lebih dari pinjaman?
Untung saja pak, saya di bantu pak ikin yang sudah berkomunikasi dengan pihak NBP, dari hasil rapat tersebut yang tadinya saya harus membayar 41 juta, sekarang harus membayar bunga 3,5 juta. Sebenarnya ini berat pak, namun saya juga paham namanya hutang pasti ada konsekwensinya. Yang penting saya berterimakasih kepada pak ikin selaku ketua GMBI ciasem yang sudah membantu saya. “Tutup enang.

RYAN – KORWIL JABAR