20 Mei 2024

Diduga Keras Seorang Wartawan Diintimidas Oleh Oknum Aparatur Di Bogor

Truk pengangkut gas oplosan (foto real-Red)

Bogor | Buser Bhayangkara 74

Insiden intimidasi yang dialami anggota wartawan media SiberNews88 (Davit-Red) yang dilakukan oleh oknum Aparatur di Bogor pada saat wartawan tersebut (Red) tengah melaksanakan kegiatan investigasi atas temuan dugaan adanya praktek tindak pidana pengoplosan tabung gas di Bantar Jati Kabupaten Bogor, pada Kamis, 04 April 2024.

Kejadian bermula saat wartawan tengah melakukan investigasi klarifikasi data dan bukti-bukti yang sudah terkumpul selama ini terhadap temuan praktek tindak pidana pengoplosan tabung gas yang tepatnya berlokasi di Bantar Jati, Kab. Bogor. (A1/Red).

Beliau menjelaskan kronologi yang dialaminya kepada sesama rekan wartawan dari berbagai media sebagai berikut;
“Awalnya saya masuk ke lokasi tempat adanya dugaan kegiatan praktek pengoplosan tabung gas, kamerapun sudah saya standby kan untuk merekam sebagai penguatan bukti-bukti yang saya dapat selama ini dan juga kebutuhan perlindungan untuk diri saya pribadi dari hal yang tidak diinginkan”.

“Namun tiba-tiba, lanjutnya, saya langsung dihadang oleh salah seorang yang mengklaim dirinya adalah penjaga pengamanan dilokasi produksi praktek pengoplosan gas tersebut, lalu langsung saja mematikan kamera hp saya yang sedang aktif. Sontak dirinya (oknum aparatur-Red) tersebut menyuruh saya segera keluar dan menyudahi investigasi saya,” Ucap Davit, jurnalis SiberNews88.

Masih Davit, “Dibawanya Saya ke sebuah warung kopi untuk diajaknya bicara. Tak lama kemudian datang lagi sekitar 11 orang turut mengintimidasi saya, agar tidak lagi meliput semua kegiatan yang dilakukan di area lokasi produksi tersebut yang sejatinya sudah berlangsung cukup lama”. Pungkas Davit kepada salah satu awak Media Buser Bhayangkara 74 juga disaksikan oleh rekan-rekan wartawan dari berbagai media yang juga turut mewawancarainya.

terduga oknum aparatur terkait

Davit menambahkan, “Saya tau sebenarnya identitas dia (oknum aparat), sejatinya setelah saya bertukar nomor telepon dengannya, saat itu juga langsung saya Gatcontact, dan ternyata benar adalah oknum aparatur dan sampai kini masih saya samarkan identitasnya, sebab saya paham etika jurnalis dilapangan, makanya saya sebut itu oknum aparatur negara”. Pungkas Davit.

“Namun,…” Dilokasi dan waktu berbeda, bahwasannya,.;
Diinformasikan setelah kejadian itu bahwa oknum tersebut di atas juga kerap beberapa kali melakukan teror via sosial media (whatsapp), salah satu chatnya berisi;,..

Dalam hal ini, sangat jelas bahwa Oknum Aparatur tersebut telah mencoba menghalangi kegiatan kewartawanan menjalankan tugas jurnalisnya dalam menginvestigasi, mengumpulkan data publikasi dan memastikan kebenaran dari kegiatan dan tindakan yang berpotensi dapat merugikan masyarakyat, serta adanya resiko berdampak negatif yang sangat mungkin terjadi.

*Barang siapa dengan sengaja menghalangi wartawan menjalankan tugasnya dalam mencari, memperoleh dan menyebarluaskan informasi yang berimbang dapat dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

*Dan sesuai Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang diubah dengan Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dinyatakan bahwa setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan/atau Liquefied Petroleum Gas yang disubsidi Pemerintah, dipidana dengan pidana  penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp.60 miliar.

Dengan tayangnya pemberitaan ini, pihak aparatur wilayah terkait harus segera menindaklanjuti segera setelah pelaporan kasus ini tercatat dan diterima pihak berwenang.

Mtn/Yd -Redaksi


Tembusan :
*Polda Jabar
*Polres Bogor
*Pemda Bogor
*PWRI Pusat
*Mashukum (media aliansi suara hukum)
*PWRI Bogor
*Arsip Perundang-Undangan