Hadiri Halal bi Halal, Wabup bersama Kepala Kemenag di Lingkungan TPQ, Madin, dan Ponpes se-Kecamatan Driyorejo

Buser Bhayangkara74

GRESIK –

Kemenag Gresik mengapresi peran serta Bupati dan Wakil Bupati Gresik yang telah memperjuangkan kesejahteraan TPQ, Madin, dan Ponpes di Kabupaten Gresik.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kemenag Gresik Dra. H. Moh. Ersat, M.HI saat hadir dalam halalbihalal dan pembinaan terhadap kepala dan guru TPQ, Madin, dan Ponpes se-Kecamatan Driyorejo, Minggu (14/5/2023).

“Tahun ini, Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Madin mencapai 20 Milyar rupiah, ini besar sekali bapak ibu. Ini bukti bahwa perhatian beliau berdua terhadap kemajuan pendidikan keagamaan di Kabupaten Gresik itu luar biasa,” ujar Ersat.

Disebutkan, jumlah TPQ di Kecamatan Driyorejo mencapai kurang lebih 130 lembaga, sedangkan Madin ada sekitar 80 lembaga. “Jumlah tersebut merupakan tempat mengabdi hampir 2 ribu guru dan memiliki hampir 10 ribu santri/siswa di Kecamatan Driyorejo saja. Dari data tersebut, masih terdapat selisih dengan data yang tercatat di Kemenag,” jelas Kepala Kemenag Gresik.

Wakil Bupati Hj. Aminatun Habibah, M.Pd yang hadir dalam acara mengajak semua TPQ, Madin, dan Ponpes untuk mengurus ijin operasionalnya di Kemenag. Hal ini, menurut Ning Min merupakan hal yang cukup penting. Mengingat segala bentuk bantuan yang ada akan disalurkan berdasarkan data yang ada di Kemenag.

“Bahwa seluruh tenaga pendidik yang mengabdikan hidupnya pada di Taman Pendidikan Qur’an (TPQ), Madin, dan Ponpes yang berada di seluruh Kabupaten Gresik merupakan pejuang pendidikan yang punya rasa keikhlasan tinggi,” tutur Ning Min.

Lebih lanjut, di hadapan ratusan peserta Ning Min kerap disapa menyampaikan, “Pak Bupati dan saya selalu memikirkan Panjenengan semua. Karena kami tahu betul, bahwa Panjenengan semua ini ikhlasnya sudah sangat tinggi,” terang Wabup.

Ning Min juga meminta kepada kepala dan guru TPQ, Madin, dan Ponpes untuk tidak jenuh dalam memberikan pengajaran kepada anak didiknya. Hal ini karena kunci keberhasilan pembangunan adalah pendidikan, baik itu pendidikan umum maupun pendidikan agama.

“Pendidikan adalah sebuah proses, dimana hasil akhirnya adalah kemajuan suatu daerah. Oleh karenanya, mudah-mudahan Panjenengan semua selalu sabar, dan ikhlas dalam mendidik anak-anak,” ucap Wabup.

Pada kesempatan yang sama, Wabup yang memiliki pengalaman mengajar selama 33 tahun juga dengan hangat menceritakan bagaimana suka duka selama mengajar. Tak jarang, cerita Ning Min memantik gelak tawa dan anggukan tanda setuju dari peserta.

Tampak hadir pada kesempatan yang sama, Camat Driyorejo Narto, serta perwakilan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), dan Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an.

Hari R – Gresik