Polsek Cikarang Barat – Polres Metro Bekasi Berhasil Membekuk Puluhan Curanmor Lintas Provinsi

Buser Bhayangkara 74 – Kabupaten Bekasi . Polsek Cikarang Barat berhasil membekuk pelaku Curnamor dan penadah sejumlah 11 orang serta pelaku yang membeli unit hasil curian tersebut, jumlah pelaku yang terlibat sebanyak 21 pelaku.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Twedi Aditya Bennyahdi menjelaskan 21 pelaku berasal dari dua jaringan yang menjual motor curian ke wilayah Lampung dan Subang.

“Ada 21 pelaku yang kami amankan. Dari 21 orang tersebut memiliki peran yang berbeda, dari peran masing-masingnya ada yang bertugas memetik, ada yang menjadi penadah, ada juga yang mengantar dan pembeli motor curian,” Ujar Twedi kepada wartawan saat rilis ungkap kasus di Mapolsek Cikarang Barat, Rabu (17/05).

Twedy menjelaskan dari beberapa jaringan yang terlibat, pertama jaringan yang melibatkan 17 orang pelaku, tiga orang di antaranya berperan sebagai eksekutor pencurian motor. Mereka berinisial MC (30), CR (30) dan YA (24).

Setelah ketiganya diamankan, polisi mengungkap fakta bahwa pelaku menjual motor hasil curian itu kepada seorang penadah yang berinisial IW.

“Tersangka IW kemudian menjual motor curian ke sejumlah pengepul lainnya yang ada di Kabupaten dan Kota Bekasi serta Lampung. Total terdapat enam penadah di Bekasi dan empat penadah di Lampung,” ungkapnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, IW membawa motor curian yang dibeli oleh penadah menggunakan dua mobil bak yang telah dijadikan barang bukti, dan diamankan di polsek Cikarang Barat.

Selain mobil bak, polisi juga mengamankan 17 unit sepeda motor curian dan kunci letter T yang digunakan untuk menjebol lubang kunci motor yang pelaku incar.

Selain itu, anggota kepolisian mengungkap kasus dengan modus serupa yang melibatkan empat orang pelaku pencurian dan penadah motor yang berasal dari jaringan Subang.

Pelaku berinisial HS (34) berperan sebagai eksekutor yang menjual motor curian kepada tiga orang penadah berinisial AG, IH dan SL.

“HS melakukan pencurian di seputar Kabupaten Bekasi, kemudian menjualnya ke penadah di wilayah Subang,” ungkap Twedi.

Para eksekutor dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara. Sedangkan para penadah dijerat Pasal 480 tentang Penadahan dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara.

(drt)