Sinergitas TNI – Polri di Trenggalek Tanam Mangrove Cegah Abrasi Wujudkan Habitat Laut Yang Asri

Buser Bhayangkara74

Trenggalek –

Kepolisian Resor Trenggalek turut hadir dan mengerahkan sejumlah personelnya untuk menyemarakkan acara puncak penanaman Mangrove nasional yang digelar serentak di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang dimotori oleh jajaran TNI dari Kodim 0806 Trenggalek ini digelar di area Pantai Cengkrong Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Senin, (15/5).

Nampak hadir di tengah para peserta penanaman mangrove diantaranya Dandim 0806 Trenggalek Letkol Kav Peddy Adi Prasetyo, S.Sos, Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino, S.I.K, Wakil Bupati Syah Muhamad Natanegara, para stake holder terkait, Muspika Watulimo, perangkat desa, Pokmaswas Kejung Samudra Pantai Cengkrong hingga para pelajar.

Dikonfirmasi terpisah usai kegiatan, AKBP Alith Alarino mengatakan, sebagai mitra kerja pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan penghiajauan melalui gerakan penanaman pohon mangrove tersebut.

“Ini adalah wujud kecintaan kita terhadap lingkungan dan alam di Trenggalek” jelas AKBP Alith

Tak mau berpangku tangan,Kapolres Trenggalek ini juga ikut menanam pohon mangrove bersama komponen masyarakat lainnya.

Dengan mengenakan seragam dinas lengkap ditambah dengan sepatu boot plus cangkul, AKBP Alith menggali tanah untuk kemudian memasukkan bibit mangrove di dalamnya.

AKBP Alith mengatakan, cuaca yang tidak menentu ditambah gelombang tinggi yang kerap melanda wilayah pesisir merupakan salah satu fenomena alam yang harus menjadi perhatian bersama.

Oleh karenanya diperlukan langkah-langkah strategis guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya rob atau bencana alam lainnya.

“Ditengah cuaca yang seperti ini, penanaman pohon mangrove di area pantai sangat penting,”kata Akbp Alith.

Menurutnya, pohon mangrove sangat efektif untuk menahan rob atau gelombang laut agar tidak sampai masuk jauh kedaratan.

“Apalagi karakteristik pantai selatan yang memiliki gelombang dan ombak cukup kuat.”ujarnya

Selain itu masih kata AKBP Alith, penanaman mangrove juga cukup efektif untuk menahan abrasi dan bisa mempercantik area pantai dan berperan penting dalam pengelolaan habitat dan pemeliharaan lingkungan alam di wilayah pesisir selatan Jawa Timur.

“Kalau pantainya indah, sejuk dan nyaman, tentunya juga berdampak pada sektor pariwisatanya. Pengunjung akan meningkat berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat sekitar termasuk para nelayan setempat,” pungkasnya. (*)

Aseri – Jatim