Terawan Sebut Imunoterapi Mampu Atasi Tantangan Kesehatan Modern, Seperti Alergi dan Autoimun

Buser Bhayangkara74

 

Jakarta,02/06/2024.

Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) RI,Letnan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto,Sp.Rad (K) menyebut bahwa layanan imunoterapi atau Immunotherapy mampu mengatasi tantangan kesehatan modern,seperti autoimun dan alergi.

Prof. Terawan yang memiliki fokus pada pemanfaatan Sel Dendritik (Dendritic Cell/DC) ini mengatakan, perawatan kesehatan harus diperluas melalui penawaran harapan baru.

“Saya inginkan Indonesia bisa menjadi center of excellence di bidang terapi ataupun prevention menggunakan Immunotherapy dan Indonesia bisa menjadi center of excellence perso nalize therapy,”kata dr. Terawan pada¬† peresmian Layanan Immunotherapy Nusantara by Terawan,pada (26/03/2024) waktu lalu.

Dokter spesialis radiologi ini mengungkapkan,bahwa immunoterapi berbasis pada teknologi sel dendritik autologous yang artinya menggunakan sel yang berasal dari darah sendiri.

Hal ini telah menjadi terobosan dalam memodulasi respons kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit,termasuk namun tidak terbatas pada Covid-19, Hepatitis B,infeksi HIV,dan berbagai jenis kanker. Keamanan dan efikasi metode ini diklaim terbukti melalui penelitian ilmiah.

Apa itu Imunoterapi by Terawan?
Tuk diketahui,Imunoterapi adalah terapi kesehatan yang bekerja dari dalam dengan cara mengarahkan sel kekebalan tubuh berubah menjadi pasukan sel-T yang menyasar langsung untuk membunuh penyakit atau infeksi bakteri maupun virus.

Imunoterapi ini bekerja dengan cara memanfaatkan sel dendritik ‘dilatih’ khusus melawan infeksi. Tujuan dari imunoterapi yaitu untuk meningkatkan kekebalan tubuh secara umum.

Adapun proses ‘pelatihan’ sel dendritik ini dilakukan di luar tubuh selama satu minggu sejak pengambilan darah. Sel ini nantinya akan dilatih selaiknya komandan dan panglima perang melawan infeksi penyakit seperti yang disebabkan virus atau kuman.

“Memang prosesnya butuh satu minggu dari darah kita akan diambil, denritiknya,dan dari dendritik itu dilatih seminggu di occupation dan akhirnya bisa disuntikkan menjadi imunitas (membentuk kekebalan),” jelas dr. Terawan beberapa waktu lalu di Jakarta Pusat.

(Git/Red)