Usai divonis satu bulan penjara, kades lumu di Mateng dijebloskan ke Rutan lapas kelas. II B Mamuju Sulbar Mamuju Sulbar

Buser Bhayangkara74

Sidang vonis kasus dugaan pengancaman dengan menggunakan parang terhadap korban. H.Asmar warga desa lumu kecamatan budong budong kabupaten Mamuju tengah (Mateng) memasuki tahap pembacaan vonis. Terhadap terdakwa GZ , yang kini sudah di tahan di rumah tahanan (rutan) kelas II B Mamuju Sulawesi barat Senin 4/12/2023 sekitar pukul 13 . 45 WITA sidang vonis terhadap terdakwa GZ ,yang diketuai oleh hakim ketua H.maslikin .SH. , hakim anggota ,Nona vivi sridewi dan Mawardy.SH. serta jaksa penuntut umum (JPU) ibu Kartina .SH. dan terlihat sejumlah aparat kepolisian personil Sabhara Polresta Mamuju berpakaian dinas dan bersenjata lengkap guna mengamankan jalannya persidangan, berdasarkan hasil persidangan hakim menjatuhkan hukuman satu bulan penjara , lebih ringan daripada dakwaan jaksa penuntut umum(JPU) yang didakwa dua bulan penjara.

Kata akriadi pue Dolla SH.selaku pengacara korban. H.Asmar pada saat. Menggelar konferensi Pers yang dihadiri sejumlah wartawan dari berbagai macam media cetak dan online di kediaman H. Asmar jl. tuna kota Mamuju Sulawesi barat walaupun perkara yang yang di dampinginya sudah usai vonis di pengadilan negri (PN) Mamuju namun akriadi menyayangkan penanganan nya terlalu ber Belit Belit sehingga.

Memakan waktu hingga delapan bulan lanjut akriadi. Seja terjadinya kasus pengancaman ini, pelaku tak pernah di tahan. Alias bebas berkeliaran layaknya seperti orang tidak bersalah padahal. Sesuai UU darurat dengan ancaman hukuman 5 sampai 10 tahun penjara. untuk itu. Akriadi berharap kepada pemerintah kabupaten.

Mamuju. Tengah (Mateng) agar sangsi berdasarkan undang-undang undang darurat yang berlaku. Perlu diketahui bahwa ” kepala desa diberhentikan apabila di ancam dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun sesuai tafsirannya, bukan karna berapa lama tersangka di tahan tetapi ancaman hukuman yang di sangkakan secara aturan , yang seharusnya pemerintah setempat. sudah bisa mengambil sikap ” terhadap oknum kepala desa.

Tandasnya mengingatkan “Bahtiar salam salah-seorang aktivis asal Sulawesi barat. Kepada wartawan media ini, GZ sudah melanggar UU darurat dengan ancaman 10.tahun penjara , di tambah dia adalah seorang pejabat publik yang seharusnya melindungi dan mengayomi masyarakatnya, lanjut kata Bahtiar vonis yang dijatuhkan hakim terhadap GZ. sangat terlalu ringan hanya 1 bulan pidana kurungan saja saya sangat khawatir hukuman terlalu ringan , Diduga Tidak sesuai dengan perbuatannya dan terkesan tidak akan membuat efek jera jelas Bahtiar dengan nada yang kesal namun.

Kata Bahtiar putusan oleh hakim tetap kita hargai ditempat yang sama. Asma Yanti selaku anak kandung Korban H.Asmar kepada media ini mengungkapkan rasa keberatan nya terhadap laporan yang dilakukan oleh tersangka pasca kasus ini terungkap kata Yanti dengan nada yang cemas lanjut kata Yanti pelaku sempat melaporkan ayah saya dengan laporan pencemaran Nama baik padahal yang sebenarnya kami lakukan hanya membela diri jelas Asmayanti pihak keluarga kami tidak nyaman dengan adanya pelaporan yang. dilakukan oleh tersangka.

Yanti menambahkan terkait vonis satu bulan kurungan penjara itu, kata Yanti bukan ukuran bagi keluarga namun yang menjadi tolak ukur adalah kami yang benar dimata hukum yang. Sebelumnya kami yang di anggap sebagai pihak yang bersalah tutup Asmayanti.

(SAMSUL-TIM/RED)